Filipi 4:4-7
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:
Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan
sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga,
tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa
dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang
melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus
Yesus.”
Ayat 7 adalah ayat kuncinya. Karena damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal.
Karena inilah maka Paulus bisa berkata : ”Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”
Tapi tahukah Anda bahwa Paulus berkata-kata seperti itu disaat dirinya sedang mengalami hal yg sangat amat tidak enak!
Ketika Paulus menulis surat untuk jemaat di Filipi, dia sedang dalam penjara!
Filipi 1:12-13
“Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang
terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga
telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku
dipenjarakan karena Kristus.”
Dan apakah Anda tahu betapa sengsaranya Paulus ketika dalam penjara??
Kisah Para Rasul 16:24-25
“Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang
penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan
yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan
menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain
mendengarkan mereka.”
Dengan pasungan yang kuat yang sampai bisa membuat dia tidak dapat
bergerak!! Dapatkah Anda membayangkan diri Anda tidak dapat bergerak
sekian lamanya?? Hanya diam di tempat sekian lamanya!! Dapatkah Anda
merasakan betapa sengsaranya Paulus???!!!!
Tapi dalam keadaan yang seperti itu, Paulus tetap berdoa dan
menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan bahkan sedemikian lantangnya
ia menyanyi sampai membuat orang-orang hukuman lain mendengarkan
mereka!!
Dalam sepanjang pelayanan Paulus, lihat apa yang dia alami!! Bukan
kotbah di ruangan yang ber AC banyak, bukan dijemput dengan mobil
mewah, dsb. Tapi lihat apa yang ia alami!!!
2 Korintus 11:23-27
“Apakah mereka pelayan Kristus? — aku berkata seperti orang gila — aku
lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam
penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali
aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali
mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah
laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya
penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak
orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun,
bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku
banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur;
aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa
pakaian.”
Walau sedemikian parahnya penderitaanya, tapi tetap keluar ucapan syukur dari mulut Paulus!!
Di lain pihak, kita dapat melihat perbedaan reaksi dari seorang Yohanes pembaptis yang juga dipenjara…
Mat 11:2-6
“Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu
menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan
datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab
mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar
dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta
menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada
orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak
menjadi kecewa dan menolak Aku.”
Akar penolakan kepada Tuhan, dimulai dari kekecewaan.
Yohanes kecewa kepada Tuhan Yesus. Terlihat dari ketidakpercayaannya bahwa Yesus adalah benar Mesias.
Padahal Yohanes sudah tahu bahwa Yesus itu Mesias. Ketika dulu Yohanes
hendak membaptis Yesus, bahkan Yohanes berkata kepada Yesus: memegang
kasutMU-pun aku tidak layak & seharusnya KAU yang membaptis aku…
Tapi mengapa ketika Yohanes masuk dalam penjara, Yohanes malah meragukan Yesus sebagai Mesias.
Yohanes menjadi kecewa mungkin karena:
1. Yesus tidak menjenguk Yohanes ketika dalam penjara.
2. Yesus sebagai Mesias, seharusnya (dalam pemikiran orang Yahudi)
datang membawa kemerdekaan bangsa Israel dari penjajahan Romawi ketika
itu.
Mengapa kita harus mengucap syukur dalam segala hal???
1. Yesus berkata: ”berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
2. Ketika kita mengucap syukur, damai sejahtera Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita. (Amsal 17:22 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”) (Amsal 18:14 “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”) (Amsal 24:10 “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”)
3. Bersyukur itu mendatangkan mujizat!
4. Bersyukur itu mematahkan senjata iblis yang mau merebut damai sejahtera kita.
1 Tesalonika 5:18
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Mengucap syukurlah dalam segala hal!”