Thursday, 2026-04-02, 10:48 PM
Main
Registration
Login
MUSIC4SOUL.CO.CC
Welcome Guest | RSS
Site menu
Catalog categories
My articles [4]
Christian life [19]
All about Christianity
Christian Music [3]
All about Christian Music
Christian News [1]
Berita terbaru yang prihal kekristenan
Entertainment News [0]
Berita berita entertain selain musik
Our poll
Rate my site
Total of answers: 67
Tag Board
200
Main » Articles » Christian life

PERTANDINGAN IMAN

mamo wolde


Bacaan : 2 Timotius 4:5-8
4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.


Pada Olimpiade Meksiko 1968, Mamo Wolde dari Ethiopia memenangkan medali emas dalam cabang lari maraton. Ia mencatat waktu 2 jam 20 menit 27 detik. Namun, yang menjadi "bintang" justru John Stephen Akhwari dari Tanzania. Ia masuk finis sebagai pelari terakhir, 1,5 jam setelah Wolde. Ketika Akhwari masuk lapangan, medali sudah diserahkan, penonton sudah sepi. Ia berjalan tertatih-tatih dengan kaki penuh darah dan balutan. Ia sempat jatuh beberapa kali sebelum akhirnya menjejakkan kaki di garis finis. Penonton yang masih ada pun bersorak.

Kepada Bud Greenspan, seorang sutradara film yang mewawancarainya, Akhwari berkata, "Saya dikirim ke sini bukan hanya untuk memulai perlombaan, tetapi juga untuk menyelesaikannya." Akhwari memang pelari terakhir di lomba tersebut. Namun, ia dicatat sebagai pelari yang menyelesaikan pertandingan hingga akhir, tidak undur atau menyerah kalah di tengah jalan.

Hidup kita seumpama pertandingan iman. Kita tengah berlari menuju garis finis (baca: kematian). Ada saat kita merasa lelah dan letih—bisa karena beban hidup yang berat, sakit penyakit yang berkepanjangan, atau juga karena kegagalan dan kepahitan yang terus mendera. Dalam keadaan demikian, janganlah kita menyerah atau undur. Teruslah "berlari" dengan iman kita. Seperti Akhwari yang terus berlari sampai garis finis, walaupun kakinya terluka dan berdarah- darah. Sehingga, kelak sebagaimana Paulus, kita juga bisa berkata, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (ayat 7)



APABILA KELAK KITA TIBA DI GARIS "FINIS", APAKAH KITA KELUAR SEBAGAI

PEMENANG ATAU PECUNDANG DALAM IMAN?


Source: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/04/14/
Category: Christian life | Added by: music4soul (2009-04-14) | Author: Lee
Views: 1466 | Rating: 5.0/1


Total comments: 0

Only registered users can add comments.
[ Registration | Login ]
Login form
Search


Untuk mensupport website ini kami harap anda dapat mengklik iklan dibawah ini

Adsense Indonesia












Site friends
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

| Copyright MyCorp © 2026 | |